Posted by : Yokaganda Andreas.S Sabtu, 16 Maret 2013

Pengertian Kebudayaan


   Dua orang antropolog terkemuka yaitu Melville J. Herkovits dan Bronislaw Malinowski mengemukakan bahwa cultural determinism berarti segala sesuatu yang terdapat di dalam masyarakat ditentukan adanya oleh kebudayaan yang dimiliki masyarakat itu.



      Dalam pengertian sehari-hari istilah kebudayaan sering diartikan sama dengan kesenian, terutama seni suara dan seni tari.

Kebudayaan berasal dari bahasa sansakerta yaitu dari kata budhayah yang berarti budi atau akal.

Dalam bahasa latin, kebudayaan berasal dari kata colere, yang berarti mengolah tanah. Jadi kebudayaan secara umum dapat diartikan sebagai “segala sesuatu yang dihasilkan oleh akal budi (pikiran) manusia dengan tujuan untuk mengolah tanah atau tempat tinggalnya, atau dapat pula diartikan segala usaha manusia untuk dapat melangsungkan dan mempertahankan hidupnya di dalam lingkungannya”.

- Seorang antropolog yaitu E.B. Taylor (1871) mendefinisikan kebudayaan sebagai berikut: Kebudayaan adalah kompleks yang mencakup pengetahuan, kepercayaan, kesenian, moral, hukum, adat istiadat dan kemampuan – kemampuan lain serta kebiasaan – kebiasaan yang didapatkan oleh manusia sebagai anggota masyarakat.
- Selo Sumarjan dan Soeleman Soemardi merumuskan kebudayaan sebagai semua hasil karya, rasa dan cipta masyarakat. Karya masyarakat menghasilkan teknologi dan kebudayaan jasmaniah yang diperlukan oleh manusia, agar kekuatan serta hasilnya dapat diabdikan untuk masyarakat.

- Koentjaraningrat mengatakan, bahwa kebudayaan antara lain berarti keseluruhan gagasan dan karya manusia yang harus dibiasakannya dengan belajar beserta keseluruhan dari hasil budi pekertinya.

- A.L Krober dan C. Kluckhon mengatakan, bahwa kebudayaan adalah menifestasi atau penjelmaan kerja jiwa manusia dalam arti seluas – luasnya. Mendifinisikan kebudayaan : kebudayaan terdiri atas berbagai pola, bertingkah laku mantap, pikiran, perasaan dan reaksi yang diperoleh dan terutama diturunkan oleh simbol – simbol yang menyusun pencapaiannya secara tersendiri dari kelompok – kelompok manusia, termasuk didalamnya perwujudan benda – benda materi, pusat esensi kebudayaan terdiri atas tradisi dan cita – cita atau paham, dan terutama ketertarikan terhadap nilai – nilai.

- C.A. Van Peursen mengatakan, bahwa dewasa ini kebudayaan diartikan sebagai manifestasi kehidupan setiap orang, dan kehidupan setiap kelompok orang – orang, berlainan dengan hewan – hewan, maka manusia tidak hidup begitu saja ditengah alam, melainkan selalu mengubah alam.

     Kebudayaan merupakan sistem nilai dan gagasan utama (Vital), yang dimana dengan kata lain memberikan seperangkat pola atau model untuk bertingkah laku dengan masyarakatnya.

Sistem nilai dan gagasan utama sebagai hakekat kebudayaan terwujud dalam tiga sistem kebudayaan, yaitu:

1. Sistem Ideologi

    Sistem ideologi meliputi etika, norma, adat istiadat, peraturan hukum yang berfungsi sebagai pengarahan untuk sistem sosial dan berupa interpretasi operasional dari sistem nilai dan gagasan utama yang berlaku.

2. Sistem Sosial

   Sistem sosial meliputi hubungan dan kegiatan sosial di dalam masyarakat, baik yang terjalin didalam lingkungan kerabat, maupun yang terjadi dengan masyarakat lebih luas.

3. Sistem Teknologi.

      Sistem teknologi meliputi segala perhatian serta penggunaannya, sesuai dengan nilai budaya yang berlaku.

Unsur – unsur Kebudayaan


Melville J. Herkovits mengemukakan bahwa hanya ada empat unsur dalam kebudayaan, yaitu alat – alat teknologi, sistem ekonomi, keluarga, dan kekuatan politik. Sedangkan Bronislaw Malinowski mengatakan bahwa unsur – unsur itu terdiri dari sistem norma, organisasi ekonomi, alat – alat atau lembaga ataupun petugas pendidikan, dan organisasi kekuatan.

C. Kluckhohn didalam karyanya berjudul Universal Categories of Culture mengemukakan, bahwa ada tujuh unsur kebudayaan universal, yaitu :

1. Sistem Religi (sistem kepercayaan)

     Merupakan produk manusia sebagai homo religieus. Manusia yang memliki kecerdasan pikiran dan persaan luhur, tanggap bahwa diatas kekuatan dirinya terdapat kekuatan lain yang maha besar.

2. Sistem organisasi kemasyarakatan.

   Merupakan produk dari manusia sebagai homo socius. Manusia sadar bahwa tubuhnya lemah, namun memiliki akal, maka disusunlah organisasi kemasyarakatan dimana manusia bekerja sama untuk meningkatkan kesejahteraan hidupnya.

3. Sistem Pengetahuan.

    Merupakan produk manusia sebagai homo sapiens. Pengetahuan dapat diperoleh dari pemikiran sendiri, disamping itu didapat juga dari orang lain. Kemampuan manusia mengingat – ingat apa yang telah diketahui kemudian menyampaikannya kepada orang lain melalui bahasa, menyebabkan pengetahuan menyebar luas.

4. Sistem Mata Pencaharian Hidup dan Sistem – Sistem Ekonomi.

    Merupakan produk manusia sebagai homo economicus menjadikan tingkat kehidupan manusia secara umum terus meningkat.

5. Sistem Teknologi dan Peralatan

     Merupakan produk dari manusia sebagai homo faber. Bersumber dari pemikirannya yang cerdas yang dapat membuat dan mempergunakan alat. Oleh sebab itulah manusia dapat lebih mencukupi kebutuhannya daripada binatang.

6. Bahasa

     Merupakan produk dari manusia sebagai homo longuens. Bahasa manusia pada mulanya diwujudkan dalam bentuk tanda (kode) yang kemudian disempurnakan dalam bentuk bahasa lisan, dan akhirnya menjadi bentuk bahasa tulisan.

7. Kesenian

     Merupakan hasil dari manusia sebagai homo aesteticius. Manusia membutuhkan kebutuhan psikisnya untuk dipuaskan. Oleh karenanya pandangan mata yang indah, suara yang merdu, semuanya dapat dipenuhi melalui kesenian.

Cultural-universal tersebut, dapat dijabarkan lagi ke dalam unsur – unsur yang lebih kecil yng disebut dengan kegiatan – kegiatan kebudayaan atau cultural activity. Cultural activity dapat dibagi lagi menjadi unsur – unsur yang lebih kecil  yang disebut trait-complex.

Wujud Kebudayaan


1. Kompleks gagasan, konsep, dan pikiran manusia

     Wujud ini disebut sistem budaya, sifatnya abstrak, tidak dapat dilihat, dan berpusat pada kepala – kepala manusia yang menganutnya, atau dengan perkataan lain, dalam alam pikiran warga masyarakat dimana kebudayaan bersangkutan hidup.

2. Kompleks aktivitas

      Berupa aktivitas manusia yang saling berinteraksi, bersifat kongkret, dapat diamati atau diobservasi. Wujud ini sering disebut sistem sosial. Sistem sosial ini terdiri dari aktivitas – aktivitas manusia yang berinteraksi, berhubungan, serta bergaul satu dengan yang lain, selalu menurut pola – pola tertentu yang berdasarkan adat tata kelakuan.

3. Wujud sebagai benda

     Aktivitas manusia yang saling berinteraksi tidak lepas dari berbagai penggunaan peralatan sebagai hasil karya manusia untuk mencapai tujuannya. Aktivitas karya manusia tersebut menghasilkan benda untuk berbagai keperluan hidupnya. Kebudayaan dalam bentuk fisik yang kongkret bisa juga disebut kebudayaan fisik, mulai dari benda yang diam sampai pada benda yang bergerak.


sumber = google & me




Leave a Reply

Subscribe to Posts | Subscribe to Comments

- Copyright © Berbagi Itu Indah - Hatsune Miku - Powered by Blogger - Designed by Johanes Djogan -